Obat kumur digunakan untuk melengkapi rutinitas membersihkan gigi dan mulut. Meski dapat memberikan banyak manfaat, obat kumur tidak boleh digunakan sembarangan, karena penggunaan yang tidak tepat dapat menimbulkan efek samping.
Obat kumur adalah cairan antiseptik yang dikenal dengan manfaatnya untukĀ menghilangkan bau mulutĀ atauĀ meredakan gusi bengkak. Cairan ini bekerja dengan cara membunuh bakteri hingga ke area yang sulit dijangkau olehĀ sikat gigi.
Selain mengurangi bau mulut, obat kumur juga memiliki beragam manfaat lain, tergantung bahan yang terkandung di dalamnya. Contohnya, obat kumur dengan kandunganĀ fluorideĀ dapatĀ mencegah gigi berlubangĀ dan mengobati sariawan.
Tidak hanya bisa mengatasi sariawan, obat kumur antiseptik juga berguna untuk mencegah dan mengatasi berbagai penyakit dan masalah pada mulut dan gigi lainnya.
Berikut ini adalah beberapa manfaat obat kumur dalam menjaga kesehatan gigi dan rongga mulut:
1. Menghilangkan bau mulut
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, salah satu manfaatĀ obat kumurĀ yang paling terkenal adalah mengatasi bau nafas tidak sedap. Ini karena obat kumur mengandung bahan aktif antimikroba, sepertiĀ cetylpyridinium chlorideĀ danĀ chlorhexidine, yang mampu mengurangi pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut.
Tak hanya itu, beberapa produk obat kumur juga mengandung bahan alami, sepertiĀ kayu manis,Ā peppermint, atauĀ tea tree, yang bisa membuat napas lebih segar.
Plak gigiĀ merupakan lapisan lengket pada permukaan gigi yang terbentuk dari campuran bakteri dan sisa makanan di dalam mulut. Jika tidak dibersihkan, plak akan menumpuk menjadiĀ karang gigiĀ dan menyebabkan radang serta perdarahan pada gusi.
Kandungan antimikroba di dalam obat kumur tak hanya bermanfaat untuk mengurangi bau mulut saja, melainkan juga dapat mengurangi plak gigi dengan cara menghambat laju pertumbuhan bakteri dan mengurangi kemampuan bakteri untuk melekat pada permukaan gigi.
Karies adalah kerusakan gigi yang ditandai dengan munculnya noda kuning kecokelatan atau noda hitam pada permukaan gigi. Jika dibiarkan, karies gigi akan semakin dalam dan berkembang menjadi gigi berlubang .
UntukĀ mencegah pembentukan kariesĀ dan gigi berlubang, Anda bisa menggunakan obat kumur dengan kandungan bahan aktifĀ fluorideĀ yang mampu memperkuat permukaan gigi dan melindungi gigi dari kerusakan.
Manfaat obat kumur selanjutnya adalah mengatasi peradangan yang terjadi di dalam mulut sepertiĀ sariawanĀ danĀ radang gusiĀ (gingivitis).
Hal ini didukung oleh beberapa penelitian yang membuktikan bahwa obat kumur dengan kandunganĀ povidone-iodineĀ ataupunĀ ekstrak daun mimbaĀ dapat menekan pertumbuhan bakteri penyebab peradangan di dalam mulut sekaligus meringankan gejala yang menyertai peradangan tersebut.
Meski menawarkan banyak manfaat, obat kumur bisa menyebabkan efek samping pada kondisi tertentu. Berikut ini adalah beberapa efek samping yang dapat muncul dari penggunaan obat kumur:
Sebagian besar produk obat kumur yang beredar di pasaran mengandung alkohol yang berfungsi sebagai antiseptik untuk menghilangkan bakteri pada gigi dan rongga mulut.
Namun, pada sebagian orang, terutama penderitaĀ xerostomiaĀ atau mulut kering, obat kumur dengan kandungan alkohol yang tinggi justru bisa memperparah kondisi yang mereka alami.
Oleh karena itu, orang-orang yang mengalami xerostomia lebih disarankan menggunakan obat kumur bebas alkohol. Jika memungkinkan, pilih juga obat kumur dengan kandunganĀ fluoride, karena kondisi mulut kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karies dan gigi berlubang.
Anda sebaiknya tidak menggunakan obat kumur dengan kandungan alkohol saat mengalami peradangan di dalam mulut, seperti sariawan.
Meski berperan sebagai antiseptik, penggunaan obat kumur dengan kandungan alkohol justru bisa menyebabkan iritasi pada luka sariawan dan membuatnya semakin terasa nyeri.
Pada kasus yang sangat jarang terjadi, beberapa jenis bahan yang terkandung di dalam obat kumur, sepertiĀ fluorideĀ danĀ chlorhexidineĀ bisa menimbulkan reaksi alergi, seperti rasa gatal dan sensasi terbakar di dalam mulut, pembengkakan pada gusi atau lidah, hingga sesak napas.
Tak hanya itu, obat kumur yang tidak sengaja tertelan dalam jumlah banyak juga bisa menyebabkan munculnya gejalaĀ keracunan, seperti mual, sakit perut, sesak napas, detak jantung meningkat, dan kejang.
Oleh karena itu, sebaiknya obat kumur tidak diberikan kepada anak-anak, terutama anak yang berusia di bawah 6 tahun. Sebab pada usia ini, anak belum mampu berkumur dengan baik, sehingga obat kumur bisa tidak sengaja tertelan dan membuatnya keracunan.
Obat kumur memang dapat membantu mencegah kerusakan gigi. Meski demikian, obat kumur tidak dapat menggantikan pentingnyaĀ menggosok gigiĀ 2 kali sehari yang merupakan cara utama untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Jika Anda mengalami reaksi alergi setelah menggunakan obat kumur, seperti munculnya rasa gatal, sensasi terbakar, dan pembengkakan di dalam mulut, segera periksakan diriĀ dokter atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
.